Pola Hidup Gocapers

Udah saatnya kita-kita yg gocapers gini mulai mikirin pola hidup yg sesuai NEEDS (kebutuhan), bukan lagi WANTS (KEINGINAN). Karena, klo ngikutan WANTS kagak bakal abis-abisnya & gak akan ada batesnya. Semua pengennya diembat aja!

Makanya, kita musti mulai ngerancang skala prioritas untuk menuhin kebutuhan tsb. Apa-apa yg paling diutamain dan paling pokok buat nunjang hidup. Juga apa-apa aja yang cuma jadi pelengkap dari kebutuhan pokok tsb. 

Kalo dalam Islam, prioritasnya diatur dalam 3 skala. Dari yang paling pokok sampe yang cuma jadi penunjang aja, yaitu :

a. DARURIYAT (Kebutuhan Primer) :

Artinya, kebutuhan yang sangat mendesak atau darurat. Kalo gak dipenuhin bisa ngancem keselamatan jiwa. Bukan cuma di dunia tapi juga di akherat! Apa aja tuh? Ntr bisa dibaca di bawah.

b. HAJIYYAT (Kebutuhan Sekunder)

Kebutuhan ini untuk ngelengkapin Daruriyat, intinya buat mempermudah. Kalo kebutuhan ini gak terwujud, gak akan sampe ngancem keselamatan jiwa. Tapi, bisa nimbulin kesulitan.

c. TAHSINIYYAT (Kebutuhan Tertier)

Kebutuhan ini lebih untuk nyempurnain, sebagai pelengkap. Kalo gak terpenuhin, gak akan ngancem hidup dan gak akan nimbulin kesulitan. Cuma ngurangin kenikmatan aja.

 

Nah … dari 3 skala prioritas inilah kita atur pola kebutuhan hidup sehari-hari, biar sesuai NEEDS bukannya WANTS.

Kalo menurut Islam, pada dasarnya ada 5 KEBUTUHAN POKOK yang harus kita penuhin untuk bertahan hidup. Karena, kalo gak dipenuhin bisa berakibat fatal. Ini yang masuk dalam kategori Kebutuhan Daruriyat seperti di atas.

Ini jugalah yang jadi tujuan ditegakinnya Syariah, yang disebut  dengan MAQASHID SYARIAH. Menurut Imam Asy-Syatibi, “pengertian Maqashid Syariah adalah maksud/tujuan ditegakkannya Syariah yang lebih untuk memperhatikan kepentingan umum.”

Apa aja sih 5 kebutuhan pokok dalam Maqashid Syariah ?

  1. AD-DIN (melindungi AGAMA)

Ini yang berhubungan dengan pelaksanaan ibadah dan bela agama. Termasuk di sini adalah belajar dan mendalami pengetahuan tentang Islam.  

  1. AN-NAFS (melindungi JIWA).

Dalam Islam, nyawa manusia adalah sesuatu yang berharga banget dan harus dijaga dan dilindungin. Termasuk disini adalah ngejaga kesehatan.

  1. AL-AQL (melindungi AKAL). 

Allah ngasih akal buat kita dan kita wajib ngejaga & ngoptimalinnya. Dengan cara, menuntut Ilmu dan gak ngerusaknya (misalnya melalui narkoba atau pornografi).

  1. AN-NASB (melindungi KELUARGA/KETURUNAN). 

Termasuk di sini adalah dengan menikah sah secara agama dan punya anak-anak yang sehat lahir dan batin. 

  1. AL-MAAL (melindungi HARTA).

Selain kewajiban ngejagain harta kita, yang gak kalah penting adalah gimana cara ngedapetin dan nyalurinnya, yaitu dengan cara yang halal, adil, dan pasti.

 

Dari uraian diatas, pertanyaan selanjutnya adalah gimana cara kita nerapiinnya dalam kehidupan sehari-hari? Gimana kita-kita yang Gocapers ini nyiapin diri untuk hidup yang lebih teratur, sesuai dengan skala prioritas, dan fokus sama NEEDS bukannya WANTS? Ini sebenernya yang jadi tantangan kita..

Makanya untuk selanjutnya, gue coba nyusun dan sharing tulisan-tulisan yang terkait sama hal-hal tsb. Karena background pendidikan terakhir gue di Ekonomi Syariah, tulisan-tulisan gue akan lebih fokus ke kebutuhan pokok yang nomor 5 (Al Maal), khususnya tentang gimana caranya Islam mengatur Ekonomi. Gimana cara kita milih produk-produknya, gimana cara kita bertransaksi, gimana sikap dan perilaku kita dalam berekonomi, dan gimana cara kita menjalin hubungan bisnis dengan mitra-mitra kita.

Tulisan-tulisannya simple aja kok, dalam bentuk obrolan-obrolan ringan seputar dunia ekonomi dan bisnis, yang dikaitin sama aturan-aturan dalam Islam. Gue namain “NGOBIZ SYARIAH : Ngobrolin Ekonomi & Bisnis Syariah”. Harapannya sih biar bisa ngebuka wawasan tentang sistem Ekonomi yang ‘baru’. Supaya kita punya referensi tambahan, selain sistem Kapitalis yang selama ini udah nguasain seluruh aspek kehidupan kita. Sukur-sukur bisa menstimulus untuk belajar lebih dalam lagi soal Ekonomi Islam. Biar kita semua bisa tau gimana indahnya Islam dalam mengatur Ekonomi …

 

Abi Akbar

Februari 2018

Your email address will not be published. Required fields are marked *